Metro, 23 April 2026 — Dalam rangka memperingati semangat emansipasi perempuan, kegiatan Temu Literasi digelar dengan mengangkat tema “Pergaulan Sehat sebagai Wujud Emansipasi: Refleksi Pemikiran Raden Ajeng Kartini”, yang dinarasumberi oleh praktisi kesehatan sekaligus dosen di UIN Jurai Siwo Lampung Ibu Efa Septiana, S.Tr.Keb., M.Kes. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa internal maupun eksternal kampus, serta dosen dan tenaga pendidikan lainnya. yang antusias mengikuti rangkaian diskusi dan refleksi.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya membangun pergaulan yang sehat, berlandaskan nilai moral, serta kesetaraan. Ketua pelaksana, Tari Eka Miyanti, S.IP menyampaikan bahwa tema ini dipilih sebagai bentuk relevansi pemikiran Kartini dengan kondisi sosial saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan pergaulan saat ini, dan cara untuk menghadapi dan melindungi diri dari pelecehan ataupun kekerasan.
Dalam sesi diskusi, narasumber menekankan bahwa pergaulan sehat bukan hanya soal memilih lingkungan yang positif, tetapi juga tentang kemampuan individu dalam menjaga harga diri, menghormati orang lain, membatasi diri, tanggung jawab serta berani menyuarakan pendapat. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan berpikir.
“Emansipasi bukan berarti kebebasan tanpa batas, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab. Ini yang perlu dipahami oleh generasi muda saat ini,” ungkap narasumber disalah satu jawaban diskusi dengan peserta kegiatan Temu Literasi. Peserta juga diajak untuk merefleksikan bagaimana pemikiran Kartini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun relasi yang sehat dan saling menghargai, baik di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.
Selain diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman, pembacaan karya literasi, serta tanya jawab yang semakin memperkaya wawasan peserta. Melalui Temu Literasi ini, diharapkan generasi muda mampu menginternalisasi nilai-nilai emansipasi secara bijak, serta menjadikan pergaulan sehat sebagai bagian dari identitas diri dalam menghadapi dinamika zaman. (Tari Eka Miyanti).


