Semarang, 7 Oktober 2026 — Perpustakaan Bait Al Hikmah UIN Jurai Siwo Lampung turut hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel MG Setos Semarang, Jawa Tengah, pada 5–8 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti pustakawan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengusung tema “Pustakawan Terlibat, Bersinergi dan Berdampak”. Perpustakaan Bait Al Hikmah UIN Jurai Siwo Lampung diwakili oleh Kepala Unit Penunjang Akademik Perpustakaan, Aan Gufroni.
Rangkaian Rakernas diawali dengan sejumlah workshop yang membahas berbagai isu kepustakawanan, di antaranya pengembangan kapabilitas pustakawan, pembinaan pustakawan dan SKKNI bidang perpustakaan, sertifikasi profesi, serta standardisasi kinerja perpustakaan berbasis SNI/ISO.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa profesionalisme pustakawan tidak hanya berhenti pada rutinitas pelayanan. Ada kompetensi yang harus terus diperbarui, standar yang perlu dipahami, dan kemampuan yang harus dikembangkan agar perpustakaan mampu menjawab tantangan zaman.
Hal menarik lainnya hadir dalam agenda gelar wicara yang membicarakan keterlibatan pustakawan dalam berbagai bidang. Salah satunya mengenai peran pustakawan perguruan tinggi dalam peningkatan mutu riset. Isu ini tentu sangat dekat dengan dunia perpustakaan perguruan tinggi karena perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung ekosistem akademik, terutama dalam penyediaan dan pengelolaan sumber-sumber informasi ilmiah.
Bagi Perpustakaan UIN Jurai Siwo Lampung, gagasan tersebut menjadi penting untuk terus diterjemahkan dalam praktik. Perpustakaan harus mampu bergerak dari sekadar penyedia informasi menjadi mitra akademik yang hadir dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pengetahuan.
Agenda Rakernas kemudian berlanjut pada sidang pleno dan sidang komisi. Sejumlah agenda organisasi dibahas, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja IPI. Hasil pembahasan dari masing-masing komisi selanjutnya dibawa ke sidang pleno untuk dibahas, ditetapkan, dan disahkan.
Forum tersebut benar-benar menjadi ruang bagi para pustakawan dari berbagai daerah untuk bertukar pikiran, menyamakan langkah, dan merumuskan arah gerak profesi ke depan.
Rakernas IPI 2026 juga memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk menyampaikan gagasan melalui agenda Call for Paper/Call for Best Paper. Tema yang diangkat cukup dekat dengan tantangan kepustakawanan hari ini, seperti keterlibatan pustakawan dalam gerakan sosial literasi, sinergi dengan profesi lain, serta kepustakawanan inklusif dan dampak nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, menjadi pustakawan bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang dikelola atau seberapa baik layanan diberikan. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan bahwa pengetahuan dapat diakses, dimanfaatkan, dan memberikan perubahan.
Keikutsertaan Perpustakaan Bait Al Hikmah UIN Jurai Siwo Lampung dalam Rakernas IPI 2026 diharapkan dapat memperkuat jejaring dengan pustakawan dan lembaga perpustakaan dari berbagai daerah. Berbagai pengetahuan dan gagasan yang diperoleh selama kegiatan juga diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan layanan dan profesionalisme pustakawan di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung. Sebab, pustakawan yang baik bukan hanya yang mampu melayani, tetapi juga yang mau terus belajar, bersinergi, dan menghadirkan dampak.
Rangkaian Rakernas IPI 2026 akan ditutup dengan pengumuman dan penyerahan Anugerah Pustakawan Indonesia 2026, Best Paper, serta pemilih

