Yuk, Tiru Gaya Hidupnya oleh Dewi Mustika el mizar

Tidak diragukan, setiap jejak kehidupannya demikian bernilai dan berharga. Karena tidak mungkin manusia yang kehadirannya didunia sebagai rahmat bagi seluruh alam jika perjalanan hidupnya tidak dipenuhi dengan pelajaran. Tidak masuk akal, manusia yang sosoknya menjadi teladan bagi seluruh ummat manusia jika gerak-geriknya tidak dipenuhi dengan hikmah. Dan mustahil, manusia yang diberi pangkat sebagai penghulu cucu anak Adam jika setiap tingkahnya tidak menjadi cermin kemuliaan.

Selaksa kata dan kalimat rasanya masih belum mampu melukiskan ketinggian beliau. Tinta para cerdik cendikia sepanjang sejarah juga masih terus berusaha mengurai keagungan-keagungan yang diciptakan Allah pada diri baliau. Ribuan jilid kitab sirah dan hadis yang mereka tulis untuk berusaha merekam jejak kata, tingkah laku, dan sikap diam beliu masih terus ditulis. Bersamaan dengan itu, hikmah dan pesan kehidupan beliu menjadi kekayaan yang sampai saat ini belum habis digali. Laksanan simpanan mutiara didasar laut yang tidak habis dieksplorasi manusia, demikian mutiara kehidupan Rasulullah saw yang entah sampai kapan ummatnya mampu menggali mutiara hikmahnya.

Ketika sejarah hanya menjadi catatan nama-nama, tanggal lahir, tahun-tahun yang usang dimakan waktu, maka sejarah tak akan memberi nilai hidup bagi kehidupan siapapun. Ia benda mati yang akan dibawa menuju kematian tanpa jejak-jejak makna. Ketika sejarah hanya dibaca, diajarkan, dilafal dan diujikan, maka ia hanya melahirkan gelar, title, kebanggaan dan reputasi keduniaan yang fana, sefana titik awal sejarah itu sendiri. Jika sejarah hanya diungkap dimajelis-majelis ilmu, dituturkan diseminar-seminar, dikaji dan diteliti diruang-ruang pertanggungjawaban para mahasiswa ia hanya melahirkan seorang Sarjana, Doctor, Professor, atau pendengar setia pengajian yang mahir mengucapkan detail-detail sejarah layaknya dukun melafalkan mantera-mantera.

Namun, bila sejarah itu dipelajari, diteliti, ditelaah, direnungi, dinikmati, diamati, diresapi, didaur-ulangkan dalam kenyataan-kenyataan hidup diolah menjadi bimbingan dan petunjuk kehidupan, disulap menjadi cermin masa lalu yang tak lain adalah guru-guru sejati bagi kehidupan setiap masa, maka sejarah umum, dan sejarah Nabi saw secara khusus, akan menjadi sesuatu yang paling bernilai dalam hidup ini.

Sungguh Maha Rahman dan Rahim-Nya Allah swt telah mengutus manusia pilihanya. Itu adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa bagi insan di bumi ini. Dengan salah satu sifat karakter manusia yang demen meniru dan bergaya, Allah kepengen gayanya manusia mengikuti kepada gaya manusia terbaik sepanjang sejarah yang Allah hadirkan dibumi ini yakni Rasulullah saw. Allah tidak pernah asal-asalan dalam mencipta. Ada model yang selalu Allah berikan kepada kita untuk bisa selalu diambil sebagai pelajaran dalam setiap kejadian. “Dan sungguh, telah kami mudahkan Al Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran”[QS. Al Qomar:17]. Dalam ayat lain Allah juga berfirman “….Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir” [Al Araf:176]. Makna praktis yang bisa kita ambil adalah bagaimana kita senantiasa mau mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang mengitari kehidupan dari kisah-kisah yang ada dalam Al Quran.

Yuk ikuti gaya hidup Rasulullah saw…, bagaimana kita mengaku diri mencintai Nabi saw dan berharap Nabi mencintai kita? namun kita jauh dari meneladaninya. Rasulullah saw telah pergi meninggalkan kita semua, nasihat dan pesan mulianya harus menjadi lentera penerang dalam setiap kehidupan kita. Wallahuallam bishawab. Salam istimewa!

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

eighteen − 14 =