Systematic Review untuk Pustakawan Akademik

www.metrouniv.ac.id. Perpustakaan Universitas Airlangga, baru saja mengadakan hybrid workshop dengan judul “Systematic Review for Academic Librarians”. Bapak Faizuddin Harliansyah, M.IM sebagai pemateri adalah seorang pustakawan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang telah aktif melakukan workshop tentang systematic review dari kampus ke kampus. Ia sendiri telah berpengalaman sebagai research librarian sejak 2002.

Lulusan Master of Information Management dari Queensland University of Technology ini menjelaskan bahwa, “buku-buku pedoman (guideline) systematic review memposisikan academic librarian secara strategis”.

Aromataris dalam buku yang berjudul JBI Manual for Evidence Synthesis mendefinisikan. Systematic review adalah salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk menyediakan sintesis yang menyeluruh dan tidak bias dari banyak studi yang relevan dalam satu dokumen dengan menggunakan metode yang ketat dan transparan. Systematic review bertujuan untuk mensintesis dan meringkas pengetahuan yang ada. Mencoba untuk mengungkap “semua” bukti yang relevan dengan pertanyaan. Dan karakteristik utama systematic review adalah adanya tata baku atau pedoman yang harus diikuti langkah-langkahnya, dimana itu sangat berbeda dari Narative Review yang lebih dulu populer.

Dalam Buku-buku panduan khusus tentang systematic review, pustakawan akademik diberi peranan penting dalam proses penelitian. Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions yang menjadi pedoman penulis systematic review bidang kedokteran dan Kesehatan menerangkan bahwa penulis harus bekerja sama sejak awal proposal dengan pustakawan akademik. Semua strategi penelusuran sangat direkomendasikan untuk didiskusikan pada pustakawan akademik yang mempunyai kualifikasi khusus. Juga pada buku panduan dari Campbell Collaboration yang memiliki spesialisasi panduan systematic review di bidang sosial mengarahkan pada penulis untuk berdiskusi pada pustakawan akademik yang telah berpengalaman di bidang tersebut.

Disini, bapak Faiz mengingatkan kembali bahwa pustakawan sekali lagi tidak hanya sekadar penjaga perpustakaan dengan ribuan judul buku. Tidak sekadar pelayan sirkulasi yang duduk menunggu pemustaka meminjam dan mengembalikan buku, lalu menyusunnya kembali ke rak, dan begitu seterusnya. Namun lebih dari itu, kita bisa menjadi kolaborator yang baik dalam penelitian. Bahkan pustakawan juga bisa aktif dalam penelitian itu sendiri. Sejalan dengan salah satu fungsi perpustakaan, yang tidak hanya menyimpan, tapi juga sebagai tempat penelitian. Syarif Mahendra.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

15 + seventeen =